Nov 05 2007
Seks Siap Saji dari Jurnalnet
Pebisnis prostitusi selalu menemukan cara untuk menaikkan nilai jual koleksinya. Predikat yang disandang wanita bookingan dianggap mampu mengatrol harga jualnya.
Ada yang mengatakan anak buahnya dari kalangan model, karyawati, pramugari bahkan tidak jarang yang mengatakan kalau ada mahasiswi yang bisa dipesan untuk kencan sesaat.
Frans (bukan nama sebenarnya) adalah salah satu staf sebuah perusahaan pertambangan di Kalimantan. Sudah beberapa hari ini ia ditugaskan ke Jakarta untuk menghadiri pertemuan rutin di kantor pusat. Selama di ibu kota alumnus perguruan tinggi terkemuka di Jogjakarta ini tinggal di hotel berbintang yang berada di kawasan Kuningan Jakarta. Selama di Jakarta rutinitas pria yang belum genap 40 tahun ini sangat jauh berbeda dengan apa yang dilakukan ketika di lapangan.
Tidak banyak aktivitas yang dapat dilakukan Frans selama di Jakarta, selain hanya pergi ke kantor dan kongkow-kongkow di bar hotel dengan rekan-rekannya. Ia tidak terlalu suka pergi ke tempat-tempat hang out. “Aku tidak terlalu tahu situasi Jakarta,” ujarnya. Kota ini sebenarnya sangat jarang dikunjungi.
Selama berada di Jakarta Frans mulai merasakan kebutuhan untuk melepaskan hasrat yang bergejolak. Apalagi dengan rutinitas yang terbilang menjemukan ia mencoba mencari solusi dari permasalahan yang membebaninya dengan melakukan petualangan seks. Kendati demikian hal itu tidak dapat dengan mudah dilakukannya.
MULUT KE MULUT.
Keberadaan wanita pemuas lelaki yang kebetulan menyandang predikat sebagai mahasiswi telah memberikan warna lain pada bisnis prostitusi kelas atas. Label yang disandang sebagai mahasiswi menjadi nilai lebih yang dapat meningkatkan nilai jual di kalangan penggunannya.
Dengan demikian harga yang ditempelkan pun bisa menjadi lebih mahal kalau dibandingkan dengan orang biasa. Adanya permintaan dari para pria pemburu kenikmatan untuk ditemani oleh wanita-wanita yang tidak hanya mengandalkan daya tarik fisik semata klop adanya dengan mahasiswi-mahasiswi yang berkategori plus-plus.
Nico (35 tahun, bukan nama sebenarnya) adalah salah seorang GM yang mempunyai koleksi cukup lengkap. Ada yang berkategori artis, model, mahasiswi maupun dari kalangan biasa. Ia juga piawai mempopulerkan orang biasa menjadi sosok yang dapat dikenal di publik luas. Hal itu diperkuat oleh jaringan yang dimilikinya di berbagai kalangan. Tidak heran jika anak buahnya selalu dipesan oleh bos-bos.
“Sekarang bandrolnya sudah mencapai Rp. 5 juta untuk kencan short time,” terang Nico. Sedangkan untuk kencan semalam suntuk bisa mencapai lebih dari Rp.7,5 juta.
VIA IKLAN.
Bursa prostitusi seringkali menjadikan embel-embel profesi pelakunya sebagai daya tarik guna mengangkat nilai jual. Begitu pula dengan adanya label mahasiswi kerap dijadikan sebagai andalan untuk menarik minat para konsumen. Seperti halnya yang dilakukan oleh GM di Jakarta yang menggunakan media massa sebagai sarana untuk mempromosikan usahanya.
Untuk mencarinya cukup mudah, cari saja di kolom ‘Pijat’. Biasanya di situ akan tertulis entah nama sang germo maupun nama sang pemijatnya. Dari puluhan iklan baris paling tidak ada beberapa yang menjadikan mahasiswi sebagai salah satu nilai jual.
MAHASISWI INDO.
Sementara di sebuah jalan ke arah Kota, tak jauh dari Gajah Mada Plaza, ada sebuah rumah yang dapat dikenali dengan mudah. Selain pagarnya yang berwarna biru, banyaknya warung yang berderet di muka rumah tersebut.
Di depannya, sesosok tubuh lelaki tinggi besar keluar dari pagar sebelah rumah tersebut. Struktur wajahnya menandakan ia tergolong keturunan ras tertentu yang sering dijumpai di daerah perdagangan Jakarta Barat. “Mari silahkan masuk,” ujarnya ramah. Tampak dari luar, rumah ini termasuk berukuran sedang dengan dua lantai, bercat putih, dan terlihat selayaknya rumah biasa.
Lebih lanjut lagi, wanita ini memaparkan bahwa ia biasanya hanya bisa di-booking pada saat malam hari. “Soalnya siang kan saya kuliah, tapi itu juga kalau lagi rajin. Semau saya aja deh…,” tukasnya sembari tertawa kecil. Untuk membawa wanita yang satu ini, pemburu kenikmatan diharuskan merogoh kocek sebesar Rp. 500 ribu untuk paket short time, selama 3 jam. Untuk long time, sang germo mematok harga senilai Rp. 1 juta.
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
Not A Member? Register for Free!






